![]() |
| Sengaja bukan poto gue, biar gak horor |
DI kampung gue selalu mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat seperti;l tiduran, bahkan seharian gue tiduran di kasur di ruang keluarga, kebetulan diruang keluarga nyokap nyediain kasur dan TV juga. Dari pagi sampai siang gue tiduran. Gue nikmati hari di kampung penuh semangat dan ceria, suatu hari sanak saudara gue berbondong-bondong njenguk gue yang nota bene jadi orang jakarta dan anak kuliahan, waktu saudara gue pada dateng sekitar jam 4 sore gue masih tiduran, seharian gak mandi, gue selimutan mirip orang sakit typus. Ketika melihat gue, saudara-saudara gue langsung memuji-muji gue kalau gue anak rajin dan terlihat imut, gue pun sangat senang.
Di kampung asupan gizi gue selalu terpenuhi seperti di
jakarta, nyokap gue gak ingin badan gue menyusut 10 kg dan tingal tulang semua.
Nyokap gue nyaranin gue selalu makan sayuran terutama rerumputan, gue selalu
mendengarkan nasihat nyokap tentang pencernaan, gue mendengarkan dengan seksama
penuh semangat, beberapa detik kemudian gue tertidur dan nyokap gue tetap
ngobrol, dia gak sadar gue tidur.
Gue masih punya banyak kegiatan bermanfaat untuk mengisi
kekosongan waktu gue, gue menghabiskan waktu buat nonton FTV dan sinetron di
ruang keluarga. Berbagai film gue tonton dengan suka cita, gue sangat suka
adegan FTV yang mengisahkan cowok tampan tak sengaja bertemu cewek di stasiun
kereta, beberapa hari kemudian mereka
menikah, waktu malam pertama si cowok baru tahu kalo pasangannya ternyata cowok.
Tapi si cowok sudah berjanji akan menerima adanya.
Karena gue beberapa hari secara tak sengaja bangun
kesiangan, sekitar jam 11san gitu, maka nyokap gue nyuruh gue untuk bangun
pagi-pagi dengan menyalakan alarm. Besoknya gue pagi-pagi sudah bangun, terus langsung nyalain alarm dan tidur lagi dengan
nyenyak. Siangnya tiba-tiba badan gue basah kuyup, gue yakin nyokap gue gak
sengaja menyiramnya, gue dengan lapang dada memaafkannya, sesuai janji gue,
sepulang dari jakarta akan berubah, menjadi seorang pemaaf dan berbakti sama
orang tua.
Suatu hari gue berniat
untuk berjemur. Pagi-pagi gue sudah bangun, dikampung sangat dingin.
Tepat didepan halaman rumah, gue berjemur dengan memakai kolor berwarna mecolok
dan bertelanjang dada, kegiatan ini gue
lakuin hampir tiga hari. Suatu malam Pak RT datang kerumah dan menyuruh gue untuk menghentikan kegiatan
gue. Kata beliau gue akan dicekal sama ibu-ibu majelis taklim setempat. Tetapi
gue dengar kelompok arisan ibu-ibu muda menentangnya, dan mengharapkan gue
untuk berjemur lagi.
Selama di kampung, kalau malam gue gak pernah tidur di kamar, gue males apa lagi kata nyokap kasur kamar gue itu, bekas tempat tidur nenek yag baru meningal beberapa bulan yang lalu. Gue memilih tidur di ruang keluarga. Tapi setiap bangun tidur gue selalu berada di kamar gue. Sampai sekarang gue belum tahu jawabannya. Gue hanya ingat samar-samar ditengah malam gue serasa di gendaong pria berkumis, tapi gue gak yakin itu bokap gue. Mungkin aja yang gendong gue tuh nenek setelah meninggal tumbuh kumisnya.
Selama di kampung, kalau malam gue gak pernah tidur di kamar, gue males apa lagi kata nyokap kasur kamar gue itu, bekas tempat tidur nenek yag baru meningal beberapa bulan yang lalu. Gue memilih tidur di ruang keluarga. Tapi setiap bangun tidur gue selalu berada di kamar gue. Sampai sekarang gue belum tahu jawabannya. Gue hanya ingat samar-samar ditengah malam gue serasa di gendaong pria berkumis, tapi gue gak yakin itu bokap gue. Mungkin aja yang gendong gue tuh nenek setelah meninggal tumbuh kumisnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar